Kecocokan Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa

Gratis, tanpa daftar. Tanggal lahir tidak disimpan.

Cara menghitung weton jodoh

  1. Cari weton masing-masing dari tanggal lahir. Bila lahir setelah maghrib, pakai tanggal keesokan harinya, karena hari Jawa berganti saat maghrib.
  2. Jumlahkan neptu hari dan pasaran masing-masing. Contoh dari kitab: calon suami Jumat Kliwon (6 + 8 = 14), calon istri Jumat Pahing (6 + 9 = 15).
  3. Masukkan ke empat cara hitung di bawah. Pada contoh tadi, 14 dibagi 9 bersisa 5 dan 15 dibagi 9 bersisa 6. Pasangan sisa 5 dan 6 jatuh pada murah rezeki.
  4. Baca hasil keempatnya bersama-sama. Dalam tradisi, tidak ada satu cara yang menentukan segalanya.

Sumber: Betaljemur Adammakna No. 15, hal. 12-13 (contoh kitab)

Sri, Dana, Lara, Pati, Lungguh

Cara yang paling dikenal masyarakat: neptu berdua dijumlah, lalu dibagi 5. Contoh kitab: suami Minggu Wage (9) dan istri Selasa Legi (8), jumlahnya 17, bersisa 2, jatuh pada Dana.

SisaNamaBacaan kitab
1SriRezeki dan kesejahteraan.
2DanaKecukupan harta.
3LaraDisebut sering diuji sakit atau kesusahan.
4PatiKitab menyebut cobaan berat (pati). Dalam tradisi, ini pengingat untuk saling menguatkan.
0 (habis)LungguhKedudukan dan kehormatan.

Sumber: Betaljemur Adammakna No. 23, hal. 17

Gentho, Gembili, Sri, Punggel

Jumlah neptu berdua dibagi 4. Cara ini sering dipakai orang tua untuk membaca soal keturunan dan rezeki keluarga.

SisaNamaBacaan kitab
1GenthoKitab menyebut jarang dikaruniai anak.
2GembiliDikaruniai banyak anak.
3SriBanyak rezeki.
0 (habis)PunggelKitab menyebut salah satu berpulang lebih dulu. Dalam tradisi, ini pengingat untuk saling menjaga.

Sumber: Betaljemur Adammakna No. 16, hal. 13

Tanya jawab

Apakah hasil pegat atau pati berarti tidak boleh menikah?

Tidak. Dalam tradisi Jawa, hasil seperti itu dibaca sebagai pengingat untuk lebih saling menjaga. Keluarga biasanya mencari jalan tengah, seperti memilih hari pernikahan yang baik dan mengadakan selamatan.

Kenapa hasil di situs lain bisa berbeda?

Banyak situs memakai hitungan pegat, ratu, jodoh, topo, tinari, padu, sujanan, pesthi. Hitungan itu tidak terdapat dalam Betaljemur Adammakna. Langkung hanya memakai cara yang tertulis di kitab, lengkap dengan nomor babnya.

Kalau tertukar memasukkan tanggal laki-laki dan perempuan, apakah hasilnya berubah?

Tidak. Keempat cara hitung di sini memberi hasil yang sama walaupun urutannya ditukar.

Bagaimana kalau hanya tahu weton pasangan, bukan tanggal lahirnya?

Buka halaman weton masing-masing di daftar 35 weton. Di sana ada bagian "cocok dengan weton apa" yang sudah menghitung kecocokan dengan ke-35 weton.

Apakah data tanggal lahir kami disimpan?

Tidak. Tanggal hanya dipakai untuk menampilkan hasil saat itu juga dan tidak disimpan di database.