Orang Jawa memilih hari pernikahan dalam tiga langkah: bulannya dulu, lalu harinya, lalu jamnya. Masukkan data calon pengantin dan kira-kira kapan rencana menikah. Kami tunjukkan dulu secara gratis bulan mana saja yang baik dan berapa tanggal yang lolos hitungan.
Isi laporan lengkap (PDF, Rp49.000)
- Tiga tanggal akad pilihan, masing-masing dengan alasan hitungannya
- Jam ijab kabul yang baik untuk setiap tanggal
- Jadwal rangkaian: pasang tarub, siraman, midodareni, akad, sepasaran, selapanan
- Kecocokan weton dengan tujuh cara hitung, dijelaskan dengan bahasa yang tenang
- Daftar lengkap semua tanggal baik dalam rentang rencana
- Tata cara adat: peningset, pakaian orang tua, siraman, midodareni, sanggan, akad, panggih
- Hidangan selamatan dan maknanya, plus daftar centang ubo rampe
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah weton orang tua ikut dihitung?
Tidak. Dalam Primbon Betaljemur, hari pernikahan dihitung dari bulan, hari, dan tanggal acara, sedangkan kecocokan dihitung dari weton kedua calon pengantin. Bila keluarga punya kebiasaan sendiri, misalnya menghindari hari wafat orang tua, sampaikan ke sesepuh dan pilih tanggal lain dari daftar lengkap.
Kenapa ada bulan yang dihindari?
Orang Jawa menghindari bulan Sura, Mulud, Pasa, dan Sela untuk menikah. Selain itu, bulan yang tidak memiliki hari Selasa Kliwon (Anggarakasih) juga dilewati.
Bagaimana kalau hasil kecocokan weton kurang baik?
Itu bukan alasan membatalkan rencana. Dalam tradisi, hasil yang kurang baik dijawab dengan memilih hari pernikahan yang baik, mengadakan selamatan, dan meminta doa restu sesepuh.
Bagaimana cara membayar?
Dengan QRIS, dari m-banking atau e-wallet apa pun. Begitu pembayaran berhasil, PDF dikirim ke email dan bisa langsung diunduh.
Sumber hitungan: Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.
