Mengenal Bisnis Pertanian di Era Digital

Era digital nyatanya tidak hanya membawa perubahan besar dalam bisnis – bisnis konvensional yang marak ditemui seperti bisnis kuliner, bisnis fashion, bisnis kecantikan atau sejenisnya. Era digital juga membawa perubahan dan perkembangan yang sangat baik terhadap lini bisnis pertanian.

Hanya saja belum banyak petani yang sadar dan tahu bagaimana menghadapi bisnis pertanian di era digital. Karena itu pada kesempatan kali ini mari kita lebih dekat mengenal bisnis pertanian di era digital yang tentunya akan membawa kita menuju arah perubahan yang lebih positif khususnya dalam industri pertanian.

Mengenal Bisnis Pertanian di Era Digital

Bisnis Pertanian di Era Digital

Konsep dalam mengembangkan pertanian di era digital merupakan konsep pertanian yang cerdas atau smart farming yang juga merupakan bagian dari precision agriculture. Konsep pertanian yang semacam ini merujuk pada penerapan ilmu teknologi di bidang pertanian.

Lantas, apa tujuan diberlakukannya hal tersebut?

Tujuan utama dari penerapan teknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil alam termasuk kuantitas dan kualitas. Tujuan selanjutnya adalah efisiensi penggunaan sumber daya alam yang ada.

Dalam bisnis pertanian di era digital, agar bisa mendapatkan dan meraih semua tujuan tentu revolusi industri 4.0 diberlakukan. Namun revolusinya memang masih belum sampai pesat di Indonesia. Revolusi industri 4.0 tersebut di sektor agriculture masih banyak dominan di negara Eropa.

Hal tersebut terjadi karena adanya bencana demografi yaitu suatu kondisi dimana jumlah penduduk yang usianya produktif lebih sedikit dibandingkan penduduk yang usianya tidak produktif. Dengan demikian tenaga penduduk harus segera digantikan dengan teknologi agar kebutuhan pertanian bisa terpenuhi.

Sementara di Indonesia, revolusi industri 4.0 di sektor agriculture tidak terlalu sukses dalam perkembangannya. Sebagian besar petani utamanya yang berusia lebih dari 40 tahun tidak suka dengan keterbukaan tersebut.

Latar belakang pendidikan menjadi latar belakangnya. Pendidikan formal yang rendah tersebut menyebabkan pengetahuan dalam tata kelola lahan pertanian monoton. Petani hanya mengolah pertanian mereka seperti biasa tanpa berusaha menciptakan berbagai inovasi baru demi mendapatkan peningkatan hasil pangan yang lebih melimpah atau lebih banyak lagi.

Lebih parahnya lagi, banyak petani tradisional yang bentrok dengan petani modern. Petani tradisional tidak terima dengan pengalihan teknologi sederhana menjadi teknologi modern. Nah, untuk mengatasi hal tersebut tentu pemerintah harus mengubah mindset para petani di Indonesia. Inilah tugas penting pemerintah yang harus dilakukan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk sekarang ini salah satunya berupa pemberian penyuluhan besar dan melakukan upaya demonstrasi penggunaan alat pertanian yang sudah dilengkapi bersama dengan teknologi secara modern.

Ya, kita harus sadar bahwa teknologi masa kini sudah merambah ke berbagai sektor sampai ke berbagai akses kehidupan. Semisal, jangan sampai teknologi hanya dikuasai oleh segelintir orang atau merusak ekosistem yang ada tanpa memedulikan keseimbangan lingkungan.

Menyemarakkan perkembangan di bidang pertanian, bahkan sekarang ada banyak aplikasi bisnis pertanian yang sudah bermunculan. Dianjurkan bagi para petani bersikap modern dan terbuka dengan berbagai hal – hal baru yang ada. Terapkan juga bagaimana tips dan trik agar usaha pertanian yang dijalankan sukses, khususnya bagi pemula wajib mengetahui hal ini!

Baca : Cara Memulai Usaha Pertanian Bagi Pemula Agar Sukses Besar

Demikian sedikit ulasan tentang bisnis pertanian yang bisa dikembangkan di era digital dan bagaimana potensi perkembangannya beberapa tahun ke depan. Semoga informasi yang kami sajikan dapat menjadi informasi yang bermanfaat dan inspiratif.