Langkah hitung
- Neptu hari Sabtu
- 9
- Neptu pasaran Legi
- 5
- Jumlah neptu
- 14
Watak menurut primbon
Weton Sabtu Legi
Sabtu Legi kokoh pendapatnya dan pandai mencari harta. Hidupnya bisa berkecukupan, bahkan kaya, dan ia tetap dermawan. Sifat air dari hari Sabtu membuatnya ulet dan pekerja keras, sementara Legi membuatnya waspada dan luwes bergaul. Orang tua dulu bahkan menganjurkan Sabtu Legi memelihara kuda, lambang kendaraan dan kelancaran usaha di masa itu.
Hari Sabtu · Peredaran air
Ulet mencari penghidupan, cocok berdagang, dan pekerja keras yang ingin segala hal segera selesai. Tantangannya lebih membuka diri dalam pergaulan.
Pasaran Legi · Sumendi, lambang kucing dan tikus
Diibaratkan raja atau bupati. Awas, waspada, berhati-hati, dan bisa bergaul dengan siapa saja, kaya maupun sederhana.
Mangsa Dhesta
Lahir di mangsa Dhesta: perlu belajar berhati-hati.
Watak disajikan sebagai tradisi, bukan kepastian.
Lapisan lain dari kelahiranmu
Weton hanyalah satu pintu. Primbon menyimpan beberapa cara lain untuk membaca seseorang dari waktu kelahirannya: dari jumlah neptunya, dari tanggal dan bulan Jawa saat ia lahir, dan dari wuku, siklus tujuh hari yang berputar setiap 210 hari. Setiap cara melihat dari sudut yang berbeda, dan hasilnya kadang tidak sejalan. Justru di situ menariknya.
Banyak orang membuka primbon bukan karena ingin diramal, tetapi karena sedang mencari kata-kata untuk menggambarkan dirinya sendiri. Bacalah bagian di bawah ini seperti itu: ambil yang terasa benar, renungkan yang mengejutkan, dan lepaskan yang tidak cocok.
Sebutan neptu: Cantula
KURANG BERUNTUNG
Cantula hanya dijelaskan dengan satu kata: buruk. Pendek, dan memang tidak enak dibaca. Tetapi justru karena pendek, ia tidak menjelaskan buruk dalam hal apa. Catatan seperti ini dulu dipakai orang tua sebagai alasan untuk lebih memperhatikan anaknya, bukan untuk menyerah. Kalau kamu membacanya sekarang, pakailah sebagai pertanyaan, bukan jawaban: bagian mana dalam hidupmu yang terasa paling berat, dan siapa yang bisa membantumu di situ? Banyak orang dengan awal yang kurang beruntung tumbuh menjadi pribadi yang paling tangguh dan paling peka terhadap kesusahan orang lain.
Neptu 14 dibagi 8 bersisa 6.
Lahir tanggal 5 Ruwah
PANDAI BICARA, PEMARAH, TETAPI DERMAWAN
Tanggal 5 menggambarkan orang yang pandai bicara, kadang kata-katanya menyakitkan dan mudah marah, tetapi suka memberi uang atau makanan kepada orang lain dan tidak boros. Dua sisi ini sering berjalan bersama: orang yang cepat bereaksi biasanya juga cepat tergerak menolong. Kalau kamu mengenali diri di sini, perhatikan jarak antara rasa marah dan kata yang keluar. Satu tarikan napas sebelum bicara sering menyelamatkan hubungan yang sebenarnya kamu sayangi.
Lahir di bulan Ruwah
PENDIAM, TETAPI KALAU BICARA TEPAT DAN DIHORMATI
Lahir di bulan Ruwah digambarkan pendiam, tetapi bila berbicara tepat sasaran dan dihormati sesamanya. Ruwah adalah bulan mengingat leluhur, bulan yang tenang dan penuh hormat. Watakmu mungkin mirip: tidak banyak kata, tetapi setiap kata ditimbang. Orang seperti ini sering menjadi tempat mencari pendapat terakhir sebelum keputusan diambil.
Wuku Tolu
- Dewa: Batara Bayu
- Burung: branjangan
LAMBANG: LENGKUNG PELANGI
Tolu dinaungi Batara Bayu, dewa angin, dan burungnya branjangan. Kelahiran Tolu digambarkan seperti angin: membawa perubahan, tidak bisa tenang, dan kemuliaannya datang di kemudian hari. Lambangnya lengkung pelangi, indah dan menarik perhatian, kadang terkesan angkuh. Orang Tolu sering baru menemukan jalannya agak terlambat dibanding teman-temannya, dan itu tidak apa-apa. Kemuliaan yang datang belakangan biasanya lebih kokoh, karena dibangun dari banyak pengalaman. Bersabarlah dengan dirimu sendiri.
Merangkai semuanya
Coba baca ulang bagian-bagian di atas dan tandai kalimat yang membuatmu berhenti sejenak. Biasanya ada satu atau dua yang terasa sangat tepat, dan satu yang terasa keliru. Yang tepat bisa menjadi kata-kata untuk menjelaskan dirimu kepada orang lain. Yang keliru pun berguna: ia menunjukkan bagian dirimu yang sudah tumbuh melampaui catatan lama.
Primbon ditulis orang tua dulu untuk membantu mengenali watak anak sejak kecil. Hari ini, ia bisa menjadi cermin untuk orang dewasa yang sedang bertanya, “sebenarnya aku ini orang yang seperti apa, dan maunya apa?”. Jawaban akhirnya tetap ada padamu.
Watak disajikan sebagai tradisi, bukan kepastian.
Lanjut untuk weton Sabtu Legi
Tanggal wetonan berikutnya
- Sabtu Legi, 31 Oktober 2026
- Sabtu Legi, 5 Desember 2026
- Sabtu Legi, 9 Januari 2027
Wetonan berulang setiap 35 hari. Selamatan wetonannya: pitik, yaitu aneka jajan pasar.
Sumber hitungan: Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.
