Cara menghitung jodoh dari nama
- Tulis nama masing-masing dalam aksara Jawa. Contohnya, Sudargo menjadi su-da-r-go: aksara pertamanya sa, aksara terakhirnya ga (r di tengah adalah layar dan tidak dihitung).
- Ambil aksara pertama dan terakhir dari kedua nama, lalu masukkan ke empat cara hitung di bawah. Setiap cara memakai tabel neptu aksara yang berbeda.
- Baca keempat hasilnya bersama-sama, dan bandingkan dengan hitungan weton kalian.
Contoh dari kitab: Sudargo (sa 9, ga 2, jumlah 11, sisa 2) dan Satimah (sa 9, ma 4, jumlah 13, sisa 4). Pasangan sisa 2 dan 4 jatuh baik.
Tujuh gambaran dari empat aksara
Aksara pertama dan terakhir kedua nama dijumlahkan, lalu dibagi 7. Contoh dari kitab: Surono (sa 3, na 3) dan Martiyah (ma 5, ya 8), jumlahnya 19, sisa 5, jatuh pada Pedaringan Kebak.
| Sisa | Nama | Artinya |
|---|---|---|
| 1 | Tunggak Tan Semi | Tunggul yang tidak bertunas lagi. Dihubungkan dengan anak yang banyak meninggal. |
| 2 | Pisang Punggel | Pohon pisang yang patah: cerai. |
| 3 | Lumbung Gumuling | Lumbung padi yang terguling: boros. |
| 4 | Sanggar Waringin | Beringin di halaman sanggar. Menjadi tempat berlindung. |
| 5 | Pedaringan Kebak | Tempat beras yang penuh. Kaya. |
| 6 | Satriya Lelaku | Kesatria yang menempuh perjalanan. Baik bila berdagang. |
| 7 | Pandhita Mukti | Pendeta yang mencapai kebahagiaan. Tenteram dan selamat. |
Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, Pati
Hanya aksara pertama yang dipakai, dengan nilai urutan hanacaraka: ha 1, na 2, ca 3, sampai nga 20. Contoh dari kitab: Marno (ma 16) dan Dini (da 6), jumlahnya 22, sisa 2, jatuh pada Lungguh.
| Sisa | Nama | Artinya |
|---|---|---|
| 1 | Sri | Selamat, rezekinya selalu datang silih berganti. |
| 2 | Lungguh | Berpangkat. |
| 3 | Gedhong | Kaya. |
| 4 | Lara | Kesukaran. |
| 0 (habis) | Pati | Sengsara, sering kehilangan. |
Kraton Mulyo: empat baris aksara
Dua puluh aksara hanacaraka dibagi empat baris. Bila aksara pertama kedua nama berada di baris yang sama, disebut Nunggal Kraton Mulyo: pernikahannya tulus dan saling mengasihi. Bila berbeda baris, ada pula keterangan siapa yang “kalah”: baris I kalah oleh IV, IV oleh III, III oleh II, dan II oleh I.
| Baris | Aksara |
|---|---|
| I | ha, na, ca, ra, ka |
| II | da, ta, sa, wa, la |
| III | pa, dha, ja, ya, nya |
| IV | ma, ga, ba, tha, nga |
Tanya jawab
Nama mana yang dipakai: nama lengkap atau panggilan?
Contoh hitungan ini memakai nama pengantin seperti yang dipakai sehari-hari, misalnya Sudargo dan Satimah. Untuk nama modern yang panjang, pakailah nama yang paling sering dipanggil, atau nama yang akan ditulis di undangan. Kalau ragu, coba keduanya dan bandingkan.
Kenapa hasil nama berbeda dengan hasil weton?
Karena keduanya membaca hal yang berbeda. Weton dihitung dari waktu kelahiran, nama dari doa yang dititipkan orang tua. Dalam tradisi, keduanya dilihat bersama.
Bagaimana nama asing atau nama Arab ditulis dalam aksara Jawa?
Kami mengikuti penulisan aksara Jawa yang lazim: f dibaca pa, v dibaca wa, z dibaca ja, dan sy dibaca sa. Vokal di awal nama dibaca aksara ha.
Apakah nama kami disimpan?
Tidak. Nama hanya dipakai untuk menampilkan hasil saat itu juga.
Sumber hitungan: Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.
