Cara menghitung weton jodoh
- Cari weton masing-masing dari tanggal lahir. Bila lahir setelah maghrib, pakai tanggal keesokan harinya, karena hari Jawa berganti saat maghrib.
- Jumlahkan neptu hari dan pasaran masing-masing. Contohnya, calon suami Jumat Kliwon (6 + 8 = 14), calon istri Jumat Pahing (6 + 9 = 15).
- Masukkan ke tujuh cara hitung di bawah. Pada contoh tadi, 14 dibagi 9 bersisa 5 dan 15 dibagi 9 bersisa 6. Pasangan sisa 5 dan 6 jatuh pada murah rezeki.
- Baca ketujuh hasilnya bersama-sama. Dalam tradisi, tidak ada satu cara yang menentukan segalanya.
Sri, Dana, Lara, Pati, Lungguh
Cara yang paling dikenal masyarakat: neptu berdua dijumlah, lalu dibagi 5. Contohnya, suami Minggu Wage (9) dan istri Selasa Legi (8), jumlahnya 17, bersisa 2, jatuh pada Dana.
| Sisa | Nama | Artinya |
|---|---|---|
| 1 | Sri | Rezeki dan kesejahteraan. |
| 2 | Dana | Kecukupan harta. |
| 3 | Lara | Disebut sering diuji sakit atau kesusahan. |
| 4 | Pati | Cobaannya berat (pati), pengingat untuk saling menguatkan. |
| 0 (habis) | Lungguh | Kedudukan dan kehormatan. |
Gentho, Gembili, Sri, Punggel
Jumlah neptu berdua dibagi 4. Cara ini sering dipakai orang tua untuk membaca soal keturunan dan rezeki keluarga.
| Sisa | Nama | Artinya |
|---|---|---|
| 1 | Gentho | Keturunan datang tidak mudah, perlu kesabaran. |
| 2 | Gembili | Dikaruniai banyak anak. |
| 3 | Sri | Banyak rezeki. |
| 0 (habis) | Punggel | Salah satu berpulang lebih dulu, pengingat untuk saling menjaga. |
Dari samudra sampai debu: tujuh gambaran rumah tangga
Jumlah neptu berdua dibagi 10. Kalau sisanya lebih dari 7, jumlah itu dibagi 7. Contoh dari kitab: jumlah 28 dibagi 10 bersisa 8, terlalu besar, jadi dibagi 7. Habis, dibaca 7, jatuh pada Lebu Katiup Angin.
| Sisa | Nama | Gambarannya |
|---|---|---|
| 1 | Wasesa Segara | Dilambangkan samudra: pemaaf, baik budi, berwibawa, dan lapang dada. |
| 2 | Tunggak Semi | Dilambangkan tunggul yang bertunas lagi: rezeki terus tumbuh. |
| 3 | Satriya Wibawa | Dilambangkan kesatria berwibawa: kehormatan dan kedudukan mudah diraih. |
| 4 | Sumur Sinaba | Dilambangkan sumur yang didatangi orang: menjadi tempat bertanya dan berbagi ilmu. |
| 5 | Satriya Wirang | Dilambangkan kesatria yang menanggung malu: perlu saling menguatkan saat ada cobaan. |
| 6 | Bumi Kapetak | Dilambangkan tanah yang digali: pekerja keras dan tahan uji, meski hati kadang gelisah. |
| 7 | Lebu Katiup Angin | Dilambangkan debu tertiup angin: keinginan sering berganti dan mungkin sering berpindah rumah, jadi perlu tujuan bersama yang jelas. |
Wali, Penghulu, Pengantin
Dua hitungan terakhir memakai neptu paling lengkap: hari, pasaran, tanggal, bulan, dan tahun Jawa kelahiran. Jumlah keduanya dibagi 9. Sisa 1, 4, 7 jatuh pada Wali (kurang baik), sisa 2, 5, 8 pada Penghulu (sedang), dan sisa 3, 6, 9 pada Pengantin (baik). Jumlah yang sama lalu dibagi 3: sisa 1 Begja, sisa 2 Lara, dan habis Pati.
Karena memakai tanggal, bulan, dan tahun Jawa, kedua hitungan ini hanya bisa dihitung dari tanggal lahir lengkap, bukan dari weton saja.
Tanya jawab
Apakah hasil pegat atau pati berarti tidak boleh menikah?
Tidak. Dalam tradisi Jawa, hasil seperti itu dibaca sebagai pengingat untuk lebih saling menjaga. Keluarga biasanya mencari jalan tengah, seperti memilih hari pernikahan yang baik dan mengadakan selamatan.
Kenapa hasil di situs lain bisa berbeda?
Banyak situs memakai hitungan pegat, ratu, jodoh, topo, tinari, padu, sujanan, pesthi. Hitungan itu tidak terdapat dalam Betaljemur Adammakna. Langkung hanya memakai cara yang tertulis di Betaljemur.
Kalau tertukar memasukkan tanggal laki-laki dan perempuan, apakah hasilnya berubah?
Tidak. Ketujuh cara hitung di sini memberi hasil yang sama walaupun urutannya ditukar.
Bagaimana kalau hanya tahu weton pasangan, bukan tanggal lahirnya?
Buka halaman weton masing-masing di daftar 35 weton. Di sana ada bagian "cocok dengan weton apa" yang sudah menghitung kecocokan dengan ke-35 weton.
Apakah data tanggal lahir kami disimpan?
Tidak. Tanggal hanya dipakai untuk menampilkan hasil saat itu juga dan tidak disimpan di database.
Sumber hitungan: Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.
